Ciri Khusus Walang Sangit dan Fungsinya

Walang sangit /belalang sangit (Leptocorisa oratorius Fabricius, (Hemiptera:Alydidae); syn. Leptocorisa acuta) adalah serangga yang menjadi hama penting pada tanaman budidaya, terutama tanaman padi. Di Indonesia, serangga ini disebut: kungkang (Jawa Barat), pianggang (Sumatera), dan tenang (Madura). Hewan ini mudah dikenali dari bentuknya yang memanjang, berukuran sekitar 2 cm, berwarna coklat kelabu jika sudah tua/dewasa dan berwarna hijau jika masih muda atau belum memiliki sayap, dan memiliki "belalai" (proboscis) untuk menghisap cairan tumbuhan. Walang sangit adalah anggota ordo Hemiptera (bangsa kepik sejati).

Kedudukan taksonomi walang sangit (Leptocorisa acuta Thunberg) adalah sebagai berikut:
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropada
Kelas : Insecta
Ordo : Hemiptera
Famili : Coreidae
Subfamili : Alynidae
Genus : Leptocorisa
Spesies : (Leptocorisa acuta Thunberg.)

2. Morfologi dan Biologi
Serangga dewasa berbentuk ramping dan berwarna coklat dengan ukuran panjang sekitar 14-17 mm dan lebar 3-4 mm dengan tungkai dan antena yang panjang. Perbandingan antara jantan dan betina 1:1, setelah menjadi imago serangga ini baru dapat kawin. Lama periode bertelur rata-rata 57 hari sedangkan walang sangit dapat hidup selama rata-rata 80 hari.
Walang sangit dikenal karena baunya yang busuk atau sangit menyengat. Kalau diganggu walang sangit akan terbang sambil mengeluarkan bau yang berasal dari abdomennya. Sekresi zat cair berbau tidak enak ini merupakan pertahanan walang sangit terhadap serangan musuh (Devensive secretion

B. Gejala Serangan dan Tanaman Inang
 

Sesuai dengan sifat serangan dari hama walang sangit maka pada umumnya bulir padi menjadi hampa sebab cairan sel bulir padi yang sedang terisi dihisap sehingga bulir padi menjadi setengah hampa dan akan mudah pecah jika masuk dalam pengilingan.
 

Hilangnya cairan menyebabkan biji padi menjadi kecil, tetapi jarang yang menjadi hampa karena mereka tidak mengosongkan seluruh isi biji yang sedang tumbuh. Nimfa dan imago tidak hanya menghisap bulir padi pada fase masak susu akan tetapi mereka juga menghisap cairan batang padi. Nimfa lebih aktif dari pada imago, akan tetapi imago dapat merusak lebih hebat karena hidupnya lebih lama. Cara penghisapan walang sangit tidak seperti kepik lainnya, walang sangit tidak melubangi bulir padi pada waktu menghisap tetapi menusuk melalui rongga diantara lemma dan palea.
 

Dalam keadaan yang tidak terdapat bulir yang masak susu, walang sangit masih dapat memakan bulir padi yang mulai mengeras dengan mengeluarkan enzim yang dapat mencerna karbohidrat. Kira-kira bulan Maret padi akan berbunga dan mulai masak susu maka walang sangit mulai berkeliaran di sekitar tanaman padi. Jika panen selesai walang sangit pindah tempat ke padang rumput untuk mencari makanan (Sribimawati, 1995).

Penyebaran hama walang sangit tidak hanya terbatas di Jawa barat tetapi di daerah Jawa tengah, Jawa timur, Sumatera, dan Kalimantan. Cara membasmi walang sangit ini bermacam-macam misalnya ditangkap dengan jaring bambu, jaring dipasang di tengah sawah di beri getah ada pula yang memancing dengan cahaya lampu yang di bawahnya dipasang ember berisi air.


Walang sangit dewasa

Walang sangit muda berwarna hijau dan belum memiliki sayap


Walang sangit memiliki 6 kaki yang terdiri 2 kaki belakang ( kanan dan kiri ) yang ukurannya lebih besar daripada kaki 2 kaki tengahnya dan 2 kaki yang ada di bagain perut/dada depan. 

Walang sangit menghisap cairan tanaman dari tangkai bunga (paniculae) dan juga cairan buah padi yang masih pada tahap masak susu sehingga menyebabkan tanaman kekurangan hara dan menguning (klorosis), dan perlahan-lahan melemah.

Ciri Khusus Walang Sangit dan Fungsinya
Nama hewan ini menunjukkan bentuk pertahanan dirinya, yaitu mengeluarkan aroma yang menyengat hidung (sehingga dinamakan "sangit"). Sebenarnya tidak hanya walang sangit yang mengeluarkan aroma ini, tetapi juga banyak anggota Alydidae lainnya. Fungsi ciri khusus ini adalah untuk melindungi diri dari serangan musuh.

Walang sangit sangat berbahaya bagi kesehatan tanaman, khususnya tanaman padi. Jika tanaman padi diserang oleh hama walang sangit, maka daun tanaman padi akan mengering sehingga hasil panen menjadi kurang baik. Coba lihat gambar foto di bawah ini, pada 1 tangkai padi saja terlihat beberapa walang sangit yang menyerangnya, akibatnya daun tanaman padi menjadi kering. Akibatnya proses fotosintesis terganggu sehingga padi pun bisa menjadi tanpa isi/gabug.

Sesuai dengan sifat serangan dari hama walang sangit maka pada umumnya bulir padi menjadi hampa sebab cairan sel bulir padi yang sedang terisi dihisap sehingga bulir padi menjadi setengah hampa dan akan mudah pecah jika masuk dalam pengilingan.
 

Hilangnya cairan menyebabkan biji padi menjadi kecil, tetapi jarang yang menjadi hampa karena mereka tidak mengosongkan seluruh isi biji yang sedang tumbuh. Nimfa dan imago tidak hanya menghisap bulir padi pada fase masak susu akan tetapi mereka juga menghisap cairan batang padi. Nimfa lebih aktif dari pada imago, akan tetapi imago dapat merusak lebih hebat karena hidupnya lebih lama. Cara penghisapan walang sangit tidak seperti kepik lainnya, walang sangit tidak melubangi bulir padi pada waktu menghisap tetapi menusuk melalui rongga diantara lemma dan palea.
 

Dalam keadaan yang tidak terdapat bulir yang masak susu, walang sangit masih dapat memakan bulir padi yang mulai mengeras dengan mengeluarkan enzim yang dapat mencerna karbohidrat. Kira-kira bulan Maret padi akan berbunga dan mulai masak susu maka walang sangit mulai berkeliaran di sekitar tanaman padi. Jika panen selesai walang sangit pindah tempat ke padang rumput untuk mencari makanan (Sribimawati, 1995).

Penyebaran hama walang sangit tidak hanya terbatas di Jawa barat tetapi di daerah Jawa tengah, Jawa timur, Sumatera, dan Kalimantan. Cara membasmi walang sangit ini bermacam-macam misalnya ditangkap dengan jaring bambu, jaring dipasang di tengah sawah di beri getah ada pula yang memancing dengan cahaya lampu yang di bawahnya dipasang ember berisi air.


Informasinya akan terus di update....

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel